Hai,
bolehkah aku menceritakan sebuah kisah ? bukan sebuah kisah komedi yang bisa
membuat kalian tertawa terpingkal-pingkal, bukan juga kisah cinta romantis yang
membuat kalian terharu, kisah yang menginspirasi ? hahaha mendekati pun tidak,
horor ? selain cara penulisan yang ‘mengerikan’ kurasa tidak ada lagi yang bisa
membuat kalian takut saat membaca kisah ini. Bagaimana ? masih tertarik ingin
membaca ? jika tidak, kalian bisa segera berhenti saat ini juga, tetapi apabila kalian tertarik maka mari kita mulai kisah 'aneh' ini. Oh
iya, aku tidak bisa menjanjikan apapun pada kalian selain waktu yang terbuang
untuk membaca tulisan ini hahaha.
Kisah
seorang pemalas.
Bisa dibilang aku kenal dengan seseorang, seorang dengan
sifat yang bisa dibilang tidak cukup baik. Malas, itulah sifat yang ada
dirinya. Faktanya memang bukan hanya dia yang memiliki sifat seperti itu.
Banyak orang di belahan dunia ini yang punya sifat seperti dia, namun aku tidak
mengenal mereka, oleh karena itu aku memilih dia, Si Tuan pemalas yang kukenal.
Kisah seorang pemalas yang tidak menarik bagi orang
lain, tapi menarik bagiku. Seorang pemalas yang kerjaannya hanya bermimpi,
tanpa ada usaha untuk me-realisasi-kan mimpinya. Seorang pemalas yang sangat
gemar tidur, membiarkan waktu lewat begitu saja, tanpa melakukan apapun.
“Maklum, namanya juga pemalas.”
Kata-kata yang sering keluar dari mulutnya, sebuah
pembelaan atas setiap tanggung jawab yang dia tinggalkan. Dia selalu punya
alasan untuk menunda apa yang seharusnya dia kerjakan. Kuliah ? menulis ? mandi
? bahkan makanpun kadang dia lupakan. Bukan karena tidak butuh ilmu, bukan
karena dia tidak senang menulis, bukan karena dia senang dengan bau badannya,
bukan karena dia tidak lapar, semua itu dia lakukan hanya karena dia terlalu
malas untuk menggerakkan badannya. “Tidak bisa kuraih, berarti aku tidak
membutuhkannya.” Itulah salah satu prinsip hidupnya.
Tapi aku sadar, setiap orang punya sisi baik. Siapa yang
mengira jika dia bisa menjadi orang yang sangat serius ketika menyangkut hal
hal yang dia sukai. Membaca ? meskipun hanya sebuah komik ataupun sekedar
artikel di internet, tapi dia selalu mampu mengingat apa yang dia baca. Bermain
game ? kamu tidak akan mengira dia seorang pemalas saat melihat dia sedang
bermain game. Menulis ? kamu akan terkejut saat membaca beberapa tulisan yang
dia buat, tidak akan menyangka jika seseorang seperti dia bisa membuat tulisan
seperti itu, tidak bisa dibilang bagus, namun cukup bisa menyamarkan kesan
pemalas dari dirinya.
Kisah seorang pemalas yang lebih memilih diam di rumah
saat teman-teman seumurannya sibuk menjelajah indahnya dunia. Seorang pemalas
yang lebih memilih tatanan rambut berantakan dibandingkan dengan apa yang
sedang trend saat ini. Seorang pemalas yang lebih memilih diam dan menikmati ‘dunianya’
dibanding harus mengikuti perkembangan zaman.
Kisah seorang pemalas yang selalu malu bertanya, oleh
sebab itu dia selalu mencoba mencari tahu segala sesuatunya sendiri. Dia yang
selalu mengambil kesimpulan-kesimpulan sendiri. Dia yang selalu mencari jawaban
akan hal hal yang dia tidak tahu, bukan untuk dibanggakan di depan orang
banyak, tetapi hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahunya.
Sebagai orang yang mengenalnya, aku ingin melihat Tuan Pemalas ini jadi lebih baik. Bukan maksudku mengatakan kalau dia yang sekarang
ini tidak baik, hanya saja menjadi seorang yang lebih baik lagi. Aku tau dia
punya potensi, aku tau dia sebenarnya ingin melakukan banyak hal, aku tau jika
dia mampu merealisasikan mimpinya, hanya saja ‘malas’ selalu jadi senjata
andalannya untuk menunda semua itu.
Hei, maukah kalian membantuku ? jika kalian bertemu
dengannya cobalah bicara padanya, bantu dia terbebas dari sifat yang
membelenggunya. Baiklah kukira itu mustahil, tapi setidaknya bantu dia untuk
mengurangi rasa malas yang selalu menyelimutinya. Tidak perlu takut, mungkin
memang dia terlihat sombong, tapi itu hanya mekanisme pertahanan diri yang dia
buat untuk menghindari hal hal yang dia inginkan.
Maafkan jika kisah ini membuat kalian bosan, ya aku
bukan orang yang mampu merangkai kata-kata dengan baik. Lebih tepatnya aku
malas melakukan itu. maaf bila ada penulisan yang salah karena aku juga malas
untuk merevisi kembali kisah ini. Jadi maaf bila waktu kalian terbuang sia sia.
Ghifari Guntur, Si Pemalas.
Bagaimana ?
bukan kisah yang menarik bukan ? ahahah. Aku sudah memperingatkannya dari awal,
tapi untuk kalian yang sudah membaca sampai akhir, aku ucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya. Yap inilah akhirnya, akhir dari kisah yang tidak menarik
ini, tapi tenang mungkin akan ada kisah-kisah lain yang bisa kuceritakan. Kapan
? entahlah, aku juga tidak tau, tapi maukah kalian menunggu ?.
Hei hoooo,
gila, ini blog udah berdebu, udah lama gak bikin postingan di sini ahahaha. Maaf
ya kalo postingan kali ini agak gaje, kebetulan gue lagi stuck, dan tiba tiba
kepikiran pengen nulis lagi di blog. Sebenernya tulisan ini cuman buat seneng
seneng aja, yah itung-itung ngurangin sedikit beban di otak.
Makasih buat
kalian yang masih setia mampir di blog gue. Gue gak tau mau ngomong apa tapi
yang jelas gue sangat-sangat berterima kasih. hmmm mungkin gue bakalan aktif
lagi ngeblog, soalnya template blognya udah baru loh hahahha.
Oke kayaknya
itu aja untuk postingan kali ini, ketemu lagi di postingan gw selanjutnya. See you
next time~.