Monday, March 9, 2015

Rumah

Heyhoo akhirnya setelah mengumpulkan segenap niat dan semangat postingan pertama di tahun ini rampung juga hohoho. Yah meskipun banyak banget kendalanya, mulai dari susah ngembangin ide, males, dan males, terus males lagi dan kendala terbesarnya adalah emm.... yak males.
Oke kali ini gw pengen sedikit ngebahas tentang rumah. Kenapa ? Gw bikin postingan tentang rumah karena kebetulan saat ini gw sedang berada jauh dari rumah atau lebih tepatnya gw lagi ada di ibu kota republik indonesia, jakarta.
Gw sedang berada disebuah kota impian, dimana semuanya serba ada, dimana merupakan kota yang paling maju (menurut pandangan gw), kota yang menjadi destinasi para perantau yang ingin menguji peruntungan mereka untuk memperbaiki nasib.
Sebenernya ini bukan pertama kalinya gw di jakarta, secara gw lahir disini, tapi keadaan ibu kota sungguh jauh berbeda sekarang. Ya tentu aja toh udah hampir 15 tahun gw ga pernah menginjakkan kaki gw disini.

Gw dateng dengan antusiasme yang tinggi. Gw berpikir gw pengen berpetualang di jakarta, menikmati gimana indahnya angkutan umum disini, gw gak takut nyasar, toh kalo kita gak nyasar kita gak bakalan tau jalan.
Namun kayaknya perlahan lahan niat itu mulai pudar. Ya antusiasme itu kini mulai redup, ya ketika gw melihat gimana lalulintas kota yang padat merayap, biaya biaya yang cukup mahal, dan kriminalitas yang selalu mengintai di setiap langkah kaki kita. Apa yang bisa dilakukan seorang mahasiswa yang bermodalkan dompet yang berisi seadanya, seperangkat smartphone dan charger beserta headset bekas ?.
Dan di sinilah gw, di rumah salah satu kerabat, termenung, bingung, dan bosan. Yap kerjaan gw disini cuma makan, tidur, dan nongkrong (if you know what i mean). Hingga tiba tiba terlintas satu kata di dalam benak gw, rumah.
Yap gw kangen rumah, gw kangen dengan tempat yang gw kenal, dengan temen temen gw, dengan suasana yang jauh lebih nyaman dibandingkan disini. Gw mulai membanding bandingkan, mencoba mencari kelebihan tempat tinggal gw sehingga membuat gw membangun sendiri presepsi negatif tentang ibu kota.
Mengapa ibu kota seperti ini ?, bagaimana mungkin orang bisa betah tinggal di ibu kota ? Bukankah ibu kota sudah tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal ? Ya seperti itulah kira kira presepsi gw tentang ibu kota sekarang ini.
Hingga pada akhirnya gw mendapat sebuah jawaban. Jawaban itu datang ketika gw sedang 'nongkrong'. Hanya satu kata, rumah.
Mereka betah tinggal disini karena inilah rumah mereka, tidak peduli apapun yang terjadi, seberapa macet kota ini, seberapa mencekam, bahkan seberapa buruknya fasilitas disini, mereka tetap bertahan karena inilah rumah mereka.
Apa itu rumah ? Sebuah bangunan dengan atap, jendela, pintu yang melindungi kita dari panas maupun hujan ?. Sepertinya pengertian rumah tidak sesempit itu. Menurut gw rumah adalah tempat dimana kita merasa bebas, bisa menjadi diri sendiri, dikelilingi oleh orang orang tercinta, bebas melakukan apa saja, tempat yang membuat kita merasa aman dan yang paling penting adalah tempat untuk kita kembali setelah pergi jauh untuk meraih mimpi.
Setiap orang punya defenisinya masing masing tentang rumah, dan setiap orang bisa menentukan mana yang menurutnya layak untuk disebut rumah.
Mungkin postingan kali ini sedikit ambigu, namun gw harap bisa sedikit memberikan inspirasi bagi kalian semua, itupun kalo ada yang baca. Mengerikan memang melihat apa yang bisa dilakukan orang yang memiliki banyak waktu luang, contohnya ya postingan yang mengerikan ini.
Ok mari kita sudahi omong kosong ini, sampai jumpa di postingan absurd gw yang lain dan mohon maaf kalo ada kata kata yang typo. See ya~~

0 comments:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com