Monday, October 5, 2015

Good Thing or Bad Thing ?

Ahhhh~ akhirnya tiba-tiba dapet bahan buat bikin postingan di sini lagi tepat jam 2:46 dini hari, wadeplay. Sebenernya bukan postingan yang berat sih (emang sejak kapan ada postingan yang berat di blog lu tong ?) Cuma sebuah teori ‘gila’ yang biasanya selalu hadir di jam-jam segini hehehe. Ini bukan teori gila pertama sih, cuman kayaknya teori ini emang sedikit mendapat perhatian khusus dari otak kiri gue, sehingga ketika dianalisis ternyata berkesinambungan juga dengan hal-hal yang biasa dikerjakan menggunakan otak kanan gue, oleh karena itu gue mutusin untuk menuangkan semuanya ke dalam sebuah postingan ? bingung kan elu elu pada ? bagus, emang itu tujuannya.

Sebelumnya untuk menjaga kenyamanan dan kesejahteraan para pembaca, gue mau ngingetin kalo gue hampir menggunakan kode-kode kira-kira 60-75% untuk postingan kali ini. ya entah kenapa, gue merasa kalo ada baiknya beberapa hal yang pengen gue sampaikan enggak disajikan dengan bahasa yang terlalu frontal (to the point) yah jaga-jaga aja, mana tau ada beberapa orang diluar sana yang kebetulan nyasar ke blog gue yang tak seberapa ini agak sedikit kurang bisa ‘menerima’ isi dari postingan kali ini dan ujungnya dia melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Well, let’s start.

Kalo kalian perhatiin pasti ada yang berbeda dari postingan gue belakangan ini. bukan soal konten, tapi lebih ke kerapian struktur penulisan. Kalo kalian pengunjung setia blog gue pasti udah pada bisa bedain gimana ‘hancurnya’ struktur tulisan gue pada waktu dulu dengan sekarang. Itu semua karena gue udah mulai terjerumus (ceilaaah terjerumus) dalam dunia tulis menulis, dalam hal ini menulis cerita fiksi.

Karena dunia tulis-menulis tersebut akhirnya gue sadar jika sebenernya pelajaran bahasa indonesia yang dulu gue anggap sebagai mata pelajaran yang paling useless (bayangin aja, dari lahir udah bisa bahasa indonesia masa iya harus belajar lagi ?) kini berubah menjadi mata pelajaran yang paling berguna untuk mendukung salah satu kegiatan gue ini, menulis.

“Ini sebenernya mau bahas apa sih ? tadi katanya teori, tapi sekarang malah belajar bahasa indonesia.”

Hahaha, maap-maap, gue emang susah fokus soalnya. oke langsung aja ya.

Kemarin pagi atau … eummm … ah gue lupa kapan tepatnya tapi yang jelas baru-baru ini, perhatian gue tersedot sama ‘comeback’-nya ‘sesuatu’. Sesuatu yang merupakan batu loncatan pertama dalam kegiatan tulis-menulis fiksi. Bisa dibilang ‘sesuatu’ ini sempet hilang secara misterius, tak berbekas, hingga menyebabkan beberapa ‘penggemarnya’ sedikit bertanya tanya, ‘apa sih yang sebenarnya terjadi ?’.

Well, bagi gue sih itu bukan masalah yang besar, toh gue cuma sebentar berkerja sama dengan mereka, yahhh sekitar 2-3 cerita doang lah, that’s it. Namun bagi para ‘penggemarnya’ hal itu merupakan momok yang sangat menakutkan (Lebay ah), gimana enggak, its like, ada bagian yang hilang dari diri mereka, mereka kehilangan sebuah tempat untuk show-off, mereka kehilangan tempat untuk memanjakan imajinasi mereka melalui barisan kata-kata yang tersusun secara sistematis dan terstruktur rapi, mereka kehilangan sebuah ‘rumah’ (udah mulai keliatan kan perbedaan tulisan gue dulu dan sekarang hehehe).

Awalnya gue juga penasaran sih jadi mulai lah gue iseng-iseng mencari kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. setelah usaha keras, ya karena ada tagline yang bilang kalo usaha keras itu tidak akan menghianati (beberapa pasti ada yang tau tagline ini) akhirnya sampailah gue pada sebuah kesimpulan, gue menyerah hahaha. Ya gue menyerah, semua usaha pencarian gue gak mendapatkan apapun, ‘sesuatu’ tersebut bener-bener hilang tanpa jejak, seolah-olah ambles ke dalam inti bumi.

Perlahan-lahan kepanikan itu mulai reda, para ‘penggemarnya’ sudah mulai bisa move on, dan gue pun udah mulai gak mikirin misteri hilangnya ‘sesuatu’ tersebut lagi, biarlah ‘dia’ tenang di alam sana ahahhaa.

Seiring berjalannya waktu gue akhirnya tergabung dengan sekumpulan orang-orang yang bernasib sama seperti gue, kere, jomblo dan berantakan, ahaha becanda kok. Senasib dalam arti senang mengukir kata-kata berdasarkan imajinasi yang dihasilkan oleh otak. Bla bla bla, setelah kita sharing-sharing, cerita-cerita ngalor-ngidul dan tiba-tiba tercetuslah sebuah ide untuk melahirkan ‘sesuatu’, sebuah lapak, sebuah tempat untuk show off, sebuah rumah.

Setelah memasuki proses diskusi yang panjang dan alot, akhirnya lahirlah ‘sesuatu’ tersebut hahahaha.

“Trus yang jadi masalah apa sih ? daritadi muter-muter mulu, udah kodenya gak ada yang genah lagi.”

Santai sob, kalian bisa mampir ke wikipedia kalo emang pengen cari sesuatu yang punya ‘value’. Karena di sini kalian gak bakalan dapet hal-hal yang yah bisa dibilang berguna mungkin, kecuali kalo kalian mau sedikit berpikir di luar kebiasaan hoohohoh *Plak*.

Ada beberapa hal yang gue pikirin semenjak kembalinya ‘sesuatu’ tersebut, yah beberapa berhubungan dengan ‘rumah’ baru yang telah berhasil gue dan temen-temen yang lain bikin.

Sebenernya kalo diliat dari kacamata seorang ‘solo player’ kayak gue, gak ada masalah yang berarti, justru ini menjadi sebuah momen yang bagus, makin banyak tempat untuk ‘show off’, gak perlu susah-susah koar-koar sana sini agar keberadaan kita di sadari (beberapa juga pasti familiar dengan tagline ini) yang harus dilakukan Cuma menuangkan imajinasi di lembar kosong trus kirim, selesai.

Tapi gimana kalo dari diliat dari kacamata orang yang sudah melahirkan ‘sesuatu’ dengan konten yang sama ? jelas ini sebuah masalah, terlebih ‘sesuatu’ tersebut tidak berjalan dengan baik dan masih banyak hal yang harus di benahi, this is a nightmare dude (lagi lagi lebay).

Kenapa masalah ? ya beberapa anggota perkumpulan gue ini sudah cukup lama bekerjasama dengan ‘sesuatu’ yang baru bangkit dari tidur panjangnya, kemungkinan besar mereka akan kembali menjalin kerjasama dan sedikit mengesampingkan beberapa hal mengenai ‘rumah’ yang baru.

Ada dua poin penting kenapa gue bilang seperti itu. 1) Jelas ‘sesuatu’ yang baru bangkit itu lebih terkenal, dan lebih punya nama, 2) ‘rumah’ baru ini belum terlalu di kenal, konten yang ditawarkan belum begitu bervariasi dan manajemennya belum baik.

Jadi kemungkinan terburuknya, si ‘rumah’ baru bakalan terbengkalai karena di tinggal oleh orang-orang yang lebih memilih untuk ‘show off’ di tempat lain. Dan gue gak mau hal itu terjadi. yah kalaupun hal itu harut terjadi hal itu terjadi ketika gue udah mengusahakan yang terbaik, jadi gue gak mau ‘kalah’ tanpa perlawanan hahha.

Gue bukan tipe orang yang persuasif, jadi dalam hal ini gue akan mulai perubahan dari diri gue. Ya kalo misalnya ada beberapa hal yang kurang pas selama ini, bakalan gue coba untuk koreksi dan perbaiki diri.

Tapi pada akhirnya, semua itu gak akan berhasil kalo cuman gue yang berjuang sendiri, kalian juga harus punya andil, iya kalian, kalian yang lagi baca postingan ini sambil ngelapin iler yang netes pake baju kotor.

“Gimana caranya ? *ngelap iler pake baju kotor*”

Kalian bisa mampir ke sini dan juga ke sini.

Di sana kalian bakalan punya sedikit ‘hal’ untuk merangsang imajinasi kalian (yang seneng ngayal pasti suka deh) dan di link yang satu lagi kalian bisa tanya apa aja, bisa juga request (lagu, tulisan, jodoh, dll), curhat, minta dicomblangin, atau mungkin sekedar sharing-sharing doang, semua bisa, soalnya  ‘penunggunya’ multi-talented banget.

Kayaknya cuman itu deh beberapa hal yang sedikit mengganggu otak gue, wah udah jam 3:42, untung kelas gue mulainya jam 1 siang hahaha. Oke terima kasih buat kalian yang udah baca postingan gue kali ini, semoga setidaknya bisa membuat kalian terhibur, minimal senyum dikit lah hahaha.

Maaf kalo ada salah-salah kata, kalo ada beberapa ‘kode’ yang gak dimengerti harap maklum aja. Dan kalo ada beberapa kata yang typo mohon jangan dipermasalahin ya, jam segini kalo mau direvisi lagi mau kapan kelarnya hahaha.

See ya~

0 comments:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com