Ahhhh~ akhirnya tiba-tiba dapet bahan buat
bikin postingan di sini lagi tepat jam 2:46 dini hari, wadeplay. Sebenernya bukan
postingan yang berat sih (emang sejak kapan ada postingan yang berat di blog lu
tong ?) Cuma sebuah teori ‘gila’ yang biasanya selalu hadir di jam-jam segini
hehehe. Ini bukan teori gila pertama sih, cuman kayaknya teori ini emang
sedikit mendapat perhatian khusus dari otak kiri gue, sehingga ketika
dianalisis ternyata berkesinambungan juga dengan hal-hal yang biasa dikerjakan
menggunakan otak kanan gue, oleh karena itu gue mutusin untuk menuangkan
semuanya ke dalam sebuah postingan ? bingung kan elu elu pada ? bagus, emang
itu tujuannya.
Sebelumnya untuk menjaga kenyamanan dan
kesejahteraan para pembaca, gue mau ngingetin kalo gue hampir menggunakan
kode-kode kira-kira 60-75% untuk postingan kali ini. ya entah kenapa, gue
merasa kalo ada baiknya beberapa hal yang pengen gue sampaikan enggak disajikan
dengan bahasa yang terlalu frontal (to the point) yah jaga-jaga aja, mana tau
ada beberapa orang diluar sana yang kebetulan nyasar ke blog gue yang tak
seberapa ini agak sedikit kurang bisa ‘menerima’ isi dari postingan kali ini
dan ujungnya dia melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Well, let’s start.
Kalo kalian perhatiin pasti ada yang berbeda
dari postingan gue belakangan ini. bukan soal konten, tapi lebih ke kerapian
struktur penulisan. Kalo kalian pengunjung setia blog gue pasti udah pada bisa
bedain gimana ‘hancurnya’ struktur tulisan gue pada waktu dulu dengan sekarang.
Itu semua karena gue udah mulai terjerumus (ceilaaah terjerumus) dalam dunia
tulis menulis, dalam hal ini menulis cerita fiksi.
Karena dunia tulis-menulis tersebut akhirnya
gue sadar jika sebenernya pelajaran bahasa indonesia yang dulu gue anggap
sebagai mata pelajaran yang paling useless (bayangin aja, dari lahir udah bisa
bahasa indonesia masa iya harus belajar lagi ?) kini berubah menjadi mata
pelajaran yang paling berguna untuk mendukung salah satu kegiatan gue ini,
menulis.
“Ini
sebenernya mau bahas apa sih ? tadi katanya teori, tapi sekarang malah belajar
bahasa indonesia.”
Hahaha, maap-maap, gue emang susah fokus
soalnya. oke langsung aja ya.
Kemarin pagi atau … eummm … ah gue lupa kapan
tepatnya tapi yang jelas baru-baru ini, perhatian gue tersedot sama ‘comeback’-nya ‘sesuatu’. Sesuatu yang
merupakan batu loncatan pertama dalam kegiatan tulis-menulis fiksi. Bisa dibilang
‘sesuatu’ ini sempet hilang secara misterius, tak berbekas, hingga menyebabkan
beberapa ‘penggemarnya’ sedikit bertanya tanya, ‘apa sih yang sebenarnya terjadi
?’.
Well, bagi gue sih itu bukan masalah yang
besar, toh gue cuma sebentar berkerja sama dengan mereka, yahhh sekitar 2-3
cerita doang lah, that’s it. Namun bagi para ‘penggemarnya’ hal itu merupakan
momok yang sangat menakutkan (Lebay ah), gimana enggak, its like, ada bagian
yang hilang dari diri mereka, mereka kehilangan sebuah tempat untuk show-off,
mereka kehilangan tempat untuk memanjakan imajinasi mereka melalui barisan
kata-kata yang tersusun secara sistematis dan terstruktur rapi, mereka
kehilangan sebuah ‘rumah’ (udah mulai keliatan kan perbedaan tulisan gue dulu
dan sekarang hehehe).
Awalnya gue juga penasaran sih jadi mulai lah
gue iseng-iseng mencari kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. setelah
usaha keras, ya karena ada tagline yang bilang kalo usaha keras itu tidak akan
menghianati (beberapa pasti ada yang tau tagline ini) akhirnya sampailah gue
pada sebuah kesimpulan, gue menyerah hahaha. Ya gue menyerah, semua usaha pencarian
gue gak mendapatkan apapun, ‘sesuatu’ tersebut bener-bener hilang tanpa jejak,
seolah-olah ambles ke dalam inti
bumi.
Perlahan-lahan kepanikan itu mulai reda, para
‘penggemarnya’ sudah mulai bisa move on, dan gue pun udah mulai gak mikirin
misteri hilangnya ‘sesuatu’ tersebut lagi, biarlah ‘dia’ tenang di alam sana
ahahhaa.
Seiring berjalannya waktu gue akhirnya
tergabung dengan sekumpulan orang-orang yang bernasib sama seperti gue, kere,
jomblo dan berantakan, ahaha becanda kok. Senasib dalam arti senang mengukir
kata-kata berdasarkan imajinasi yang dihasilkan oleh otak. Bla bla bla, setelah
kita sharing-sharing, cerita-cerita ngalor-ngidul dan tiba-tiba tercetuslah
sebuah ide untuk melahirkan ‘sesuatu’, sebuah lapak, sebuah tempat untuk show
off, sebuah rumah.
Setelah memasuki proses diskusi yang panjang
dan alot, akhirnya lahirlah ‘sesuatu’ tersebut hahahaha.
“Trus
yang jadi masalah apa sih ? daritadi muter-muter mulu, udah kodenya gak ada
yang genah lagi.”
Santai sob, kalian bisa mampir ke wikipedia
kalo emang pengen cari sesuatu yang punya ‘value’. Karena di sini kalian gak
bakalan dapet hal-hal yang yah bisa dibilang berguna mungkin, kecuali kalo
kalian mau sedikit berpikir di luar kebiasaan hoohohoh *Plak*.
Ada beberapa hal yang gue pikirin semenjak
kembalinya ‘sesuatu’ tersebut, yah beberapa berhubungan dengan ‘rumah’ baru
yang telah berhasil gue dan temen-temen yang lain bikin.
Sebenernya kalo diliat dari kacamata seorang ‘solo
player’ kayak gue, gak ada masalah yang berarti, justru ini menjadi sebuah
momen yang bagus, makin banyak tempat untuk ‘show off’, gak perlu susah-susah
koar-koar sana sini agar keberadaan kita di sadari (beberapa juga pasti
familiar dengan tagline ini) yang harus dilakukan Cuma menuangkan imajinasi di
lembar kosong trus kirim, selesai.
Tapi gimana kalo dari diliat dari kacamata
orang yang sudah melahirkan ‘sesuatu’ dengan konten yang sama ? jelas ini
sebuah masalah, terlebih ‘sesuatu’ tersebut tidak berjalan dengan baik dan
masih banyak hal yang harus di benahi, this is a nightmare dude (lagi lagi
lebay).
Kenapa masalah ? ya beberapa anggota
perkumpulan gue ini sudah cukup lama bekerjasama dengan ‘sesuatu’ yang baru
bangkit dari tidur panjangnya, kemungkinan besar mereka akan kembali menjalin
kerjasama dan sedikit mengesampingkan beberapa hal mengenai ‘rumah’ yang baru.
Ada dua poin penting kenapa gue bilang
seperti itu. 1) Jelas ‘sesuatu’ yang baru bangkit itu lebih terkenal, dan lebih
punya nama, 2) ‘rumah’ baru ini belum terlalu di kenal, konten yang ditawarkan
belum begitu bervariasi dan manajemennya belum baik.
Jadi kemungkinan terburuknya, si ‘rumah’ baru
bakalan terbengkalai karena di tinggal oleh orang-orang yang lebih memilih
untuk ‘show off’ di tempat lain. Dan gue gak mau hal itu terjadi. yah kalaupun
hal itu harut terjadi hal itu terjadi ketika gue udah mengusahakan yang
terbaik, jadi gue gak mau ‘kalah’ tanpa perlawanan hahha.
Gue bukan tipe orang yang persuasif, jadi
dalam hal ini gue akan mulai perubahan dari diri gue. Ya kalo misalnya ada
beberapa hal yang kurang pas selama ini, bakalan gue coba untuk koreksi dan
perbaiki diri.
Tapi pada akhirnya, semua itu gak akan
berhasil kalo cuman gue yang berjuang sendiri, kalian juga harus punya andil,
iya kalian, kalian yang lagi baca postingan ini sambil ngelapin iler yang netes
pake baju kotor.
“Gimana
caranya ? *ngelap iler pake baju kotor*”
Di sana kalian bakalan punya sedikit ‘hal’
untuk merangsang imajinasi kalian (yang seneng ngayal pasti suka deh) dan di
link yang satu lagi kalian bisa tanya apa aja, bisa juga request (lagu,
tulisan, jodoh, dll), curhat, minta dicomblangin, atau mungkin sekedar
sharing-sharing doang, semua bisa, soalnya
‘penunggunya’ multi-talented banget.
Kayaknya cuman itu deh beberapa hal yang
sedikit mengganggu otak gue, wah udah jam 3:42, untung kelas gue mulainya jam 1
siang hahaha. Oke terima kasih buat kalian yang udah baca postingan gue kali
ini, semoga setidaknya bisa membuat kalian terhibur, minimal senyum dikit lah
hahaha.
Maaf kalo ada salah-salah kata, kalo ada
beberapa ‘kode’ yang gak dimengerti harap maklum aja. Dan kalo ada beberapa
kata yang typo mohon jangan dipermasalahin ya, jam segini kalo mau direvisi
lagi mau kapan kelarnya hahaha.
See ya~
0 comments:
Post a Comment