Saturday, December 3, 2016

Remeh

Apa hal menarik selalu sesuatu yang besar? Sesuatu yang mengguncang dunia persilatan? Hal yang dianggap seseorang sebagai awal dari sebuah gerakan menghentikan dunia? Ya, mungkin aja, tapi ada satu defenisi ‘hal menarik’ milik gue sendiri, Hal remeh yang kadang diabaikan begitu saja oleh orang lain.
Menurut gue hal remeh punya kekuatannya sendiri. Gak melulu tentang menyelamatkan dunia, gak harus tentang perubahan menuju arah tertentu, hanya seonggok momen yang seringnya terabaikan akibat kalah posisi dalam chart prioritas orang banyak.
Ya, Menurut gue mandangin plafon kamar sendiri adalah hal yang menarik.
Mungkin bego emang, atau terkesan gak ada kerjaan dan kalian benar, gue emang orang yang berada dalam fase dimana hal-hal yang harus dikerjakan sangat minim. Sebenernya sih ada, lumayan banyak malah, mulai dari skripsian, jaga warnet sampe menulis beberapa hal yang gue anggap menarik tapi menurut gue mandangin plafon lah yang menguras energi paling sedikit dan kegiatan lain hanyalah ilusi belaka #Pembenaranorangmales.
Oke, gue bakalan jelasin gimana biasanya gue ngelakuin hal ‘menarik’ ini. Biasanya gue tiduran di kasur gue yang jarang dirapiin, narik nafas panjang sambil nyari posisi ternyaman. Setelah itu gue arahin pandangan gue ke atas,  menikmati barisan plafon putih polos dengan ornamen sarang laba-laba di beberapa bagian, dan voila sekarang gue sedang mandangin plafon.
Simple? Emang.
Tapi tenang, sekarang kita bakalan masuk ke bagian yang menarik. Hal yang gue sukain saat mandangin plafon adalah pikiran gue yang mulai melang-lang buana entah kemana hingga akhirnya beberapa hal terselip dan mau gak mau sedikit membuat otak gue bekerja. Mulai dari hal random atau hal yang lagi trending juga bahkan kadang cuman khayalan-khayalan random yang terlalu jauh untuk jadi kenyataan. Hal-hal tersebut memenuhi otak gue, kadang gak fokus sama topik doang, semua berubah begitu cepat, dari satu topik ke topik lainnya, dari khayalan yang biasa sampe ke yang nyeleneh sekalipun. Bahkan sesekali gue juga merekayasa situasi yang mungkin menarik kalo beneran kejadian di dunia nyata.
Hal itu yang membentuk gue, mulai dari cara gue merespon sesuatu bagaimana gue menanggapi berbagai hal dan itu merupakan perdebatan sendiri dengan otak gue. Mungkin kalian pernah berselisih paham dengan otak sendiri, memunculkan sebuah bantahan yang tak berdasar terhadap sebuah teori dari otak kalian yang juga tak berdasar. Ya, hal itu membentuk gue menjadi kayak sekarang ini, bego.
Gimana mungkin seseorang yang kalian idolakan/kagumi mampir ke kota kalian, tersesat, dan secara tidak sengaja malah bertemu dengan kalian, menghabiskan waktu bersama kemudian jadi dekat?
Gimana mungkin ada sebuah sekte pemuja ikan pesut yang diam-diam berkonspirasi untuk menaklukkan dunia?
Gimana mungkin secara misterius kalian menjadi superhero tapi terlalu malas untuk melakukan kebaikan jika gak ada bayarannya?
Beberapa hal di atas cuman sebagian kecil dari sihir yang dikeluarkan oleh plafon kamar gue, sihir yang membuat pemikiran-pemikiran aneh di otak gue. Hal itu juga yang mendasari sebagian besar postingan yang ada di sini. Sekarang kalian tau rahasia gue, rahasia tentang gimana absurdnya gue dan si otak.
Well, dibalik semua hal yang sangat-sangat tidak terlalu berguna itu, mandangin plafon kamar masih tetap menjadi hal yang gue favoritkan. Beberapa orang memang punya hal remehnya sendiri, hal yang mungkin dianggap gak menarik bagi orang lain tapi cukup berarti bagi diri sendiri.

0 comments:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com